Saturday, March 21, 2015

Tips Cara Mengatur Pengeluaran Usaha Kecil

Cara Mengatur Pengeluaran Usaha Kecil - Artikel kewirausahaan ini akan membahas mengenai beberapa informasi yang bisa kita jadikan sebagai bahan belajar khususnya dalam mengatur pengeluaran usaha yang sedang kita bangun.

Hal ini sangat penting karena seperti kita tahu usaha tidak akan dapat berjalan dan maju tanpa pengelolaan keuangan yang sehat. Untuk itulah dari mulai saat didirikan kita wajib untuk menerapkan sistem pengelolaan keuangan yang benar agar kondisi pengeluaran usaha dapat diatur dengan baik.

Kalau kita benar-benar serius dalam menjadi seorang pengusaha maka biasanya kita akan belajar bagaimana cara manajemen pengeluaran usaha kecil agar usaha yang kita jalani tersebut bisa berjalan dengan baik dan bisa berkembang.

Karena banyak pelaku usaha yang seharusnya bisa bertahan namun karena dia tidak dapat mengelola pengeluaran dengan baik maka usaha yang potensinya bagus pun akhirnya harus kandas di tengah jalan.

Hal yang paling banyak menjadi kendala dan pemicu kegagalan usaha adalah tidak adanya kemampuan dalam mengelola keuangan yang sehat terutama dalam hal pengeluaran. Kebanyakan mudah silau sehingga sering membelanjakan hasil keuntungan usaha secara tidak bertanggung jawab.

Dan akhirnya mengakibatkan keuangan usaha tidak dapat berkembang atau bahkan semakin hari semakin terkuras. Untuk itu dalam mengatur pengeluaran usaha kecil kita bisa menerapkan beberapa tips berikut.

1. Dahulukan pengeluaran yang mendesak

Kita pasti sering dihadapkan pada situasi dimana kita harus memilih pengeluaran yang akan dilakukan. Dalam usaha khususnya usaha kecil kita perlu mengutamakan pengeluaran yang sifatnya lebih mendesak dan lebih penting.

Dengan membuat skala prioritas akan apa yang harus dipenuhi maka kita akan lebih mudah menjaga kondisi keuangan usaha dalam keadaan yang stabil. Sebagai contoh usaha kita akan tetap memiliki dana kontan yang cukup untuk berbagai keperluan tanpa takut kekurangan.

Jika kita konsisten menerapkan cara ini dalam jangka waktu tertentu maka kita tidak perlu risau atau takut hasil usaha kita habis dan dalam keadaan mendesak kita masih tetap memiliki modal yang cukup untuk menjalankan usaha.

Mendahulukan pengeluaran yang sifatnya mendesak ini akan tetap menjaga aliran uang dalam usaha tetap seimbang. Bayangkan saja, jika kita terlalu banyak membelanjakan sesuatu yang sifatnya masih bisa di tunda maka keuangan usaha akan tidak baik, lalu jika suatu saat kita membutuhkan dana untuk pengembangan atau untuk urusan mendesak maka kita akan sulit memenuhi kebutuhan tersebut.

2. Dahulukan pengeluaran yang menghasilkan

Jika kita berfikir belanja untuk kegiatan usaha itu penting maka kita sebaiknya memilah mana belanja yang akan langsung mendukung kegiatan usaha dan mana yang tidak.

Karena usaha yang kita jalankan masih tergolong baru oleh sebab itu kita bisa mendahulukan belanja untuk berbagai kebutuhan yang bisa menambah penghasilan usaha.

Untuk itu kita bisa menunda berbagai pengeluaran yang sifatnya masih belum begitu diperlukan dan belum begitu berpengaruh terhadap kemajuan usaha yang dijalankan saat ini.

Sebagai contoh, kita membutuhkan kendaraan untuk transportasi dan kita bersusah payah untuk membelinya padahal di sisi lain kita masih bisa memanfaatkan sarana transportasi alternatif yang ada, misalnya saja dengan menyewa atau menggunakan jasa transportasi umum.

Jika kita memaksakan diri membeli kendaraan tersebut sedangkan kondisi keuangan perusahaan masih kurang kuat bahkan untuk belanja bahan produksi maka hal ini bisa berakibat kurang baik bagi kelancaran produksi.

Misalnya saat kita harus memperbanyak produksi tetapi karena dana sudah terlanjur di keluarkan untuk pengadaan kendaraan maka kita akan mengalami sedikit kesulitan untuk menyiapkan bahan produksi yang di perlukan.

3. Jangan pernah menunda pengeluaran

Agar kondisi keuangan tetap baik maka disarankan kita juga tidak perlu menunda pengeluaran yang memang sudah harus kita lakukan. Sebagai contoh saat kita harus membayar berbagai tagihan bulanan yang memang harus setiap bulan kita keluarkan.

Sekali menunda maka kita akan menumpuk beban pada bulan selanjutnya, resikonya adalah jika hal seperti ini dibiarkan maka saat usaha sedang tidak menghasilkan sesuai harapan maka beban kita akan lebih berat. Saat seperti itu bisa menjadi bumerang dan bahkan bisa menjadi titik awal usaha kita hancur.

Jadi membukukan setiap kewajiban kita dan menjalankannya dengan bertanggung jawab akan meringankan beban usaha kita ke depan. Ini juga sebaiknya kita catat dan kita terapkan dengan konsisten agar tidak ada penumpukan beban di kemudian hari.

4. Buat pembukuan yang teratur

Jangan menganggap remeh pembukuan, jika kita ingin sukses maka kita juga harus melakukan pembukuan keuangan dengan jelas, baik dan konsisten. Dalam hal ini pembukuan akan bisa memberikan informasi yang bermanfaat mengenai bagaimana perkembangan usaha kita dari hari ke hari.

Dalam pembukuan ini hendaknya kita mencatat semua keadaan keuangan usaha kita mulai dari pendapatan dan juga pengeluaran. Selain mencatat pendapatan dan pengeluaran kita juga sebaiknya mencatat berbagai aset usaha yang dimiliki agar kita tahu bagaimana keadaan usaha kita.

Untuk urusan pengeluaran kita juga harus mencatat semua pengeluaran baik itu pengeluaran kecil maupun pengeluaran besar. Jangan sepelekan pengeluaran kecil, tetap catat agar semua bisa jelas terpantau.


5. Rencanakan pengeluaran minimal untuk 1 tahun ke depan

Untuk usaha baru penting juga untuk memiliki perencanaan pengeluaran dalam arti kita mengetahui persis apa saja yang harus kita keluarkan atau belanjakan untuk periode waktu tertentu. Dengan memiliki rencana pengeluaran ini maka kita akan mengetahui dengan jelas berbagai bentuk beban pengeluaran usaha ke depan.

Hal ini penting untuk mengukur kemampuan finansial usaha kita dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan memiliki data pengeluaran seperti ini maka kita bisa lebih mudah untuk mengetahui arus uang yang ada dalam usaha kita.

Sebagai contoh bulan depan kita sudah mengetahui seberapa banyak uang yang harus kita keluarkan maka dari itu kita sudah ada gambaran apakah kondisi keuangan sekarang ini mampu menanggung biaya tersebut atau tidak.

Dengan mengetahui beban pengeluaran ini jelas kita juga akan memiliki gambaran keuntungan dan kerugian usaha menurut penghasilan perbulan yang didapat.

6. Pisahkan belanja pribadi dan belanja usaha

Ini adalah hal penting yang banyak dilupakan oleh kita pelaku usaha yang baru dimana kita biasa mencampur adukkan pengeluaran pribadi dengan pengeluaran usaha yang kita jalankan. Hal ini tidaklah sehat, jika kita memang benar-benar menghendaki usaha kita maju maka kita harus memisahkan pengeluaran pribadi dan pengeluaran usaha.

Jika tidak dilakukan pemisahan maka yang akan dirugikan adalah kondisi keuangan usaha, karena jika tidak dipisah maka sangat mungkin seluruh pendapatan usaha akan habis terpakai untuk kebutuhan pribadi kita.

Memang, usaha ini milik kita dan hasilnya juga milik kita namun jika kita tidak mau disiplin dan konsisten dengan sistem ini maka meski sepuluh tahun usaha kita tetap akan sulit berkembang.

Untuk pemisahan ini kita bisa menerapkan sistem gaji untuk diri kita sendiri yaitu sepersekian persen dari laba usaha. Nah, gaji itulah yang berhak untuk kita belanjakan untuk kepentingan pribadi kita, selain itu maka harus untuk kepentingan perusahaan dan dimasukkan dalam pembukuan usaha.

7. Masukkan tabungan sebagai pengeluaran
Sebagian penghasilan atau laba usaha harus kita sisihkan untuk di tabung. Tabungan ini nantinya bisa kita alokasikan untuk berbagai keperluan pengembangan usaha seiring usaha kita yang berjalan. Jika tidak ada tabungan maka meski kita menghasilkan banyak keuntungan

namun kita pasti akan mengalami kesulitan jika kita membutuhkan dana yang cukup banyak untuk pengembangan usaha ke depan. Agar dapat selalu dijalankan maka kita bisa memasukkan tabungan ini sebagai pengeluaran rutin perbulan.

Besar tabungan bisa kita sesuaikan dengan kemampuan pendapatan usaha yaitu dalam jumlah persen. Sebagai contoh 5% dari laba usaha kita tabung. Beberapa tips di atas hanya sebagai acuan atau pertimbangan kita untuk menyesuaikan dan mengendalikan berbagai pengeluaran usaha agar tetap baik.

Mudah-mudahan, kiat dalam cara mengatur pengeluaran usaha kecil tersebut bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua. Beberapa pembahasan lain yang berkaitan dengan manajemen usaha bisa kita baca di bagian akhir tulisan ini. Itu saja, semoga bermanfaat!

Tips Cara Mengatur Pengeluaran Usaha Kecil Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Irma Handoko