Tuesday, February 21, 2017

Analisis Peluang dan Potensi Industri untuk Pengolahan Jamur

Potensi Industri Pengolahan Jamur - Jamur merupakan salah satu bahan makanan yang juga banyak digemari masyarakat luas. Besarnya minat masyarakat tersebut tentu menciptakan sebuah peluang tersendiri bagi dunia usaha khususnya usaha di bidang industri pengolahan jamur.

Potensi Industri Pengolahan Jamur
Foto: Ilustrasi Produk Kripik Jamur
Seperti gayung yang bersambut masyarakat juga terlihat sangat menantikan kreasi-kreasi baru dalam bidang industri ini. Apakah industri pengolahan jamur ini memiliki peluang yang bagus, itulah yang akan kita ulas pada artikel wirausaha kali ini.

Semakin terkenalnya jamur sebagai bahan makanan membuat semakin hari semakin banyak saja variasi olahan jamur yang dapat kita jumpai. Mulai dari sesuatu yang iseng sampai pada niat dan keinginan untuk menciptakan sebuah produk olahan yang berguna kini produk olahan jamur semakin beragam. Jamur kini tak lagi hanya digunakan sebagai sayuran untuk di sayur sebagai menu makan.

Kini berbagai macam jamur sudah mulai diolah menjadi sajian menarik dan menggugah selera kita semua, baik sekedar untuk memenuhi kebutuhan bahan makan maupun untuk menciptakan produk bernilai jual yang lebih tinggi.

Kini jamur menjadi komoditi yang menopang pertumbuhan usaha pengolahan jamur di berbagai wilayah. Hal ini mengindikasikan bahwa peluang usaha pengolahan jamur masih cukup menjanjikan untuk ditekuni. Beberapa jenis jamur yang dapat dimakan atau dapat diolah antara lain sebagai berikut.

Jamur Kancing atau Champignon (Agaricus bisporus), merupakan jenis jamur yang paling banyak dibudidayakan di dunia, sekitar 38% dari total produksi jamur dunia. Jamur kancing merupakan jamur pangan yang berbentuk hampir bulat seperti kancing dan berwarna putih bersih, krem, atau coklat muda. 

Jamur ini memiliki aroma unik, sebagian orang ada yang menyebutnya sedikit manis atau seperti daging. Jamur kancing segar bebas lemak, bebas sodium, serta kaya vitamin dan mineral, seperti vitamin B dan potasium. Jamur kancing juga rendah kalori, 5 buah jamur ukuran sedang sama dengan 20 kalori.

Jamur Tiram (Pleurotus sp.), merupakan jamur dengan tangkai tudungnya menyerupai cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung dan berwarna putih hingga krem, simak asal usul jamur tiram Ada beberapa jenis jamur tiram yaitu jamur tiram putih, jamur tiram merah jambu, jamur tiram kelabu, dan jamur tiram coklat dan lainnya, simak Jenis-jenis jamur tiram.

Jamur Merang (Volvariella volvaceae), merupakan salah satu spesies jamur pangan yang banyak dibudidayakan di Asia Timur dan Asia Tenggara yang beriklim tropis atau subtropis.

Jamur Shiitake (Lentinus edodes), sudah dikenal sebagai jamur konsumsi sejak 2000 tahun yang silam di dataran Asia. Produksi jamur Shiitake secara industri massal pertama kali dilakukan di Jepang pada tahun 1940an. Namun budidaya secara traditional sudah dimulai sejak 900 tahunan yang silam di Cina.

Jamur Kuping, merupakan jamur yang pertama kali dibudidayakan bahkan sebelum jamur Shiitake di Cina. Di Indonesia jamur Kuping sangat lumrah dikenal di kalangan masyarakat menengah ke bawah setelah jamur merang.

Jamur Enokitake (Flammulina velutipes), biasanya tumbuh di permukaan batang pohon Celtis sinensis (bahasa Jepang: Enoki) yang sudah melapuk, sehingga disebut Enokitake (jamur Enoki).

Jamur Maitake (Grifola frondosa), Mengeluarkan aroma harum kalau dimasak, dikenal dalam bahasa Inggris sebagai hen of the woods.

Jamur Matsutake (Tricholoma matsutake (S.Ito et Imai Sing.), memiliki wangi harum yang kuat, dan dimakan setelah dipanggang sedikit di atas api, ditanak bersama beras menjadi nasi matsutake (matsutake gohan), dan sebagai campuran dobinmushi (sup dalam teko).

Jamur Truffle (Tuber magnatum, Tuber aestivum, Tuber melanosporum, dan Tuber brumale), adalah jamur termahal di dunia (artikel dari The Telegraph), digunakan dalam jumlah sedikit sebagai penyedap pada masakan Perancis seperti masakan Foie gras.

Jamur Ling zhi (Ganoderma lucidum), dijuluki sebagai petani yang suci (holyfarmer). Seng Nong menyatakan, kriteria unggul nilai atau manfaat dari sebuah tanaman obat adalah bila dikonsumsi dalam jangka waktu lama tidak menimbulkan efek samping. Ling zhi memiliki sifat rasa pedas, pahit, dan hangat. Mengonsumsi ramuan dari ling zhi memiliki efek bersifat melindungi organ tubuh, membangun (constructive), mengobati, dan berdampak positif terhadap penyembuhan organ lain yang sakit.

A. Contoh Produk Hasil Olahan Jamur

Memang benar bahwa saat ini jamur dapat kita konsumsi dengan berbagai variasi mulai dari sebagai lauk pauk, makanan basah sampai pada kuliner kering yang di jual dalam kemasan. Meski belum tersebar di semua daerah namun sudah banyak ide-ide hasil produk olahan jamur yang sangat berbeda dari produk-produk yang kita kenal sebelumnya.

Kalau dulu kita mengenal jamur hanya digunakan sebagai bahan sayuran yaitu di masak atau ditumis namun sekarang jamur banyak juga di olah menjadi makanan ringan, cemilan bahkan makanan kaleng yang sangat menarik melalui berbagai home industri.

Hal ini tentu bukan hanya karena adanya niat atau pelaku usaha yang mau berkreasi dengan bahan jamur tersebut. Hal ini sudah tentu dipicu juga karena adanya permintaan atau minat yang cukup tinggi di masyarakat. Beberapa produk olahan jamur yang sudah banyak di kenal masyarakat antara lain seperti disebutkan pada daftar berikut:


1) Produk olahan jamur tiram putih
2) Produk olahan jamur tiram
3) Mencari olahan jamur di semua pilihan
4) Hasil olahan jamur
5) Olahan jamur kancing
6) Olahan jamur kuping
7) Olahan jamur merang
8) Resep olahan jamur tiram

Dari berbagai olahan tersebut di atas sudah banyak yang bisa kita nikmati baik yang berupa makanan basah atau sayur maupun makanan kecil atau makanan ringan. Beberapa contoh produk hasil olahan jamur antara lain seperti di bawah ini.

1) Empal jamur
2) Serundeng jamur
3) Sate jamur
4) Kripik jamur
5) Sosis jamur
6) Manisan jamur
7) Abon jamur
8) Nuget jamur
9) Burger jamur
10) Bakso jamur

Banyak juga bukan? Itu hanya beberapa contoh dari hasil olahan jamur yang sekarang ada di pasaran. Di sebagian daerah berbagai produk olahan tersebut sudah sangat di kenal meski di daerah yang lain bahkan belum ada sama sekali yang tahu. Inilah yang bisa di jadikan indikasi bahwa sebenarnya produk jamur bisa diterima di masyarakat.

B. Analisa Potensi Industri Pengolahan Jamur

Secara umum, potensi industri pengolahan jamur memang baik dan layak untuk dijadikan dasar membuka sebuah bisnis atau usaha. Potensi tersebut dapat terlihat dari banyaknya produk olahan yang sudah ada dan diterima masyarakat luas.

Masyarakat kini banyak yang tertarik untuk mencoba berbagai produk olahan dan atau mengolah sendiri jamur menjadi makanan yang lezat. Hal ini juga terlihat semakin banyaknya variasi pengolahan jamur dari yang tadinya tidak ada dan bahkan mungkin tidak terpikirkan menjadi ada.

Meski begitu, gambaran di keadaan atas merupakan informasi yang sangat umum dan tidak bisa langsung kita jadikan dasar dalam membangun sebuah usaha atau bisnis baru. Dalam hal ini kita harus melakukan analisa lebih menyeluruh dan lebih dalam untuk menentukan seberapa besar potensi usaha untuk industri pengolahan jamur.

Tentunya analisa tersebut akan kita lakukan secara objekif sesuai keadaan yang benar-benar terjadi di masyarakat. Dalam melakukan analisa potensi tersebut ada beberapa objek penting yang harus kita kaji, antara lain sebagai berikut:

1. Tinggi rendahnya permintaan pasar
2. Tinggi rendahnya minat masyarakat
3. Besar kecilnya persaingan
4. Hambatan dan kendala yang dihadapi
5. Sarana usaha yang dibutuhkan dan ketersediaannya

Analisa harus di lakukan secara objektif berdasarkan fakta yang ada di lapangan, untuk minat dan permintaan pasar bisa kita analisa berdasarkan area target pemasaran yang akan diambil. Demikian juga dengan kondisi persaingan yang ada, kita harus mencari tahu bagaimana persaingan dalam usaha atau bisnis yang akan kita kembangkan.

Tak lupa kita juga harus mencari informasi mengenai hambatan dan kendala yang dihadapi agar di kemudian hari segala kesulitan yang berkaitan dengan usaha atau bisnis yang akan di kelola dapat diatasi dengan cepat. Kita juga harus menganalisa mengenai peralatan yang dibutuhkan untuk industri pengolahan jamur tersebut berikut dengan sarana usaha lain yang dibutuhkan.

Dalam analisa tersebut kita juga sebaiknya mengukur seberapa besar komponen usaha yang mendukung kesuksesan usaha tersebut karena semakin bagus dukungan komponen usaha tersebut maka akan semakin bagus potensi yang dimiliki.

Dari berbagai penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa Potensi Industri Pengolahan Jamur masih cukup bagus. Meskipun begitu jika kita ingin mendirikan usaha atau bisnis di bidang ini kita masih tetap harus melakukan analisa terhadap seberapa besar potensi yang dimiliki tersebut.

Kita juga harus menganalisa berbagai faktor usaha yang berkaitan. Dengan begitu kita bisa menjadikan potensi yang ada sebagai peluang yang bagus untuk diwujudkan.

Analisis Peluang dan Potensi Industri untuk Pengolahan Jamur Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Irma Handoko