Monday, November 21, 2016

Tips Cara Mencegah Pembeli yang Mau Menipu

Cara Mengatasi Pembeli yang Mau Menipu – semakin tinggi pohon maka semakin kencang tiupan angin padanya. Pepatah itu juga bisa dikaitkan dalam dunia usaha dan bisnis. Ketika bisnis atau usaha mulai berjalan biasanya mulai timbul hambatan dan kesulitan.


Tak jarang anda akan menemui calon pembeli yang berniat tidak baik atau curang. Agar terhindar dari hal semacam itu maka sebaiknya anda waspada dan tetap berhati-hati. Ingat, lebih baik mencegah dari pada mengobati.

Dalam dunia usaha ada banyak hambatan dan kesulitan yang akan kita hadapi, bahkan ada banyak cobaan yang harus bisa kita lewati jika ingin menggapai kesuksesan. Salah satu masalah yang sering dan biasa di jumpai dalam dunia usaha adalah yang berkaitan dengan pemasaran atau penjualan.

Masalah tersebut contohnya yaitu misalnya adanya pembeli atau calon pembeli yang culas dan kriminal. Pembeli seperti itu bisa menguntit, mencuri atau bahkan menipu kita untuk mendapatkan produk usaha yang kita miliki. 

Yang banyak di jumpai misalnya kasus penipuan pembelian yang dilakukan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja ia membeli barang dan tidak membayarnya.

Untuk dapat menghindari hal-hal seperti itu maka kita perlu belajar bagaimana menangani, mengatasi dan juga mencegah penipuan pelanggan tersebut. Karena itulah kita perlu terus belajar baik dari pengalaman maupun dari berbagai tips dari para pelaku usaha lain. 

Untuk alasan tersebut, situs peluang sukses usaha akan membahas sedikit mengenai cara mengatasi pembeli penipu yang bisa saja mengincar kita.

Yang akan kita bahas di sini adalah beberapa informasi mengenai ciri para pembeli kriminal tersebut dan bagaimana kiat untuk menghindari pembeli yang menipu tersebut. Satu persatu mari kita perjelas dengan pembahasan di bawah ini.

A. Ciri Pembeli yang Mau Menipu

Pengalaman adalah guru yang sangat berharga, dari pengalaman kita bisa mengetahui ciri pembeli yang berniat tidak baik pada usaha kita.

Jika belum memiliki pengalaman karena masih baru dalam mendirikan usaha maka kita bisa bertanya pada mereka yang lebih tahu mengenai ciri dan modus yang banyak dilakukan oleh pembeli yang tidak bertanggung jawab tersebut. 

Dari beberapa sumber pengalaman pelaku usaha dan juga merangkum dari pengalaman pribadi penulis, berikut ini ada beberapa ciri para pembeli yang suka menipu saat berbelanja atau memesan produk usaha kita. Ciri tersebut antara lain seperti di bawah ini.

1) Berusaha membuat kita sibuk
2) Berusaha membuat perhatian kita terpecah
3) Pandangan matanya ke mana-mana
4) Pemesanan besar dalam dua tahap
5) Sedikit royal

Biasanya, calon pembeli yang berniat tidak baik akan berusaha membuat kita sibuk dan tidak konsentrasi sehingga perhatian kita terpecah. Ini dilakukan dengan banyak cara mulai dari selalu membuat kita sibuk menjelaskan, sibuk menyiapkan contoh barang dan lain sebagainya.

Selain itu, saat ia bertanya sesuatu biasanya pandangan mereka akan menyapu seluruh sudut seolah-olah sedang mencari barang yang tidak ada di tempat kita tersebut. Ciri ini biasanya terlihat pada calon pembeli yang berniat menguntit atau mencuri barang.

Selain itu ada juga beberapa ciri lain misalnya memesan dalam jumlah besar dalam dua tahap. Maksudnya adalah misalnya pertama memesan 50 item untuk disiapkan.

Keesokan harinya ketika ia mengambil pesanan pertama ia akan memesan lagi dalam jumlah yang juga cukup banyak. Hari itu ia bisa belanja seperti biasa dengan membayar pesanan pertama namun pada pesanan kedua ia biasanya akan memesan lagi. 

Pada pesanan ketiga ia akan meminta pesanan kedua di bayar sekaligus setelah pesanan ketiga selesai dan ia meminta pesanan kedua bisa di bawa. Padahal aslinya ia hanya membutuhkan pesanan pertama dan kedua sedangkan pesanan ketiga digunakan hanya untuk menipu saja. 

Selain hal di atas, kita perlu hati-hati juga dengan konsumen yang royal, yaitu misalnya tidak mau menerima uang kembalian atau membayar lebih dari harga produk yang diambil.

Bukan bermaksud berprasangka buruk namun biasanya pembeli curang hanya akan menanamkan kesan baik saja sedangkan selanjutnya ia akan mengambil balasan atas kebaikan tersebut.

Sebagai contoh karena sudah biasa membayar lebih ia bisa dengan mudah membeli barang atau jasa dan meminta pembayarannya lain waktu. Beberapa ciri di atas bisa kita cermati pada calon konsumen baru yang belum pernah sama sekali datang ke kita. 

Memang, tidak semua yang memiliki ciri di atas kriminal namun untuk mengantisipasi kerugian hendaknya kita bisa tetap waspada dalam menangani pembeli baru yang entah dari mana datangnya.

B. Tips Menghindari Pembeli yang Mau Menipu

Di atas telah kita bahas sedikit mengenai berbagai ciri orang yang sering berniat jahat pada kita dan sekarang baiknya kita pelajari juga bagaimana cara menghindari penipu yang berlagak akan membeli produk kita.

Beberapa yang bisa kita lakukan untuk mencegah hal buruk tersebut terjadi pada usaha kita antara lain sebagai berikut!

1) Tempatkan pelayan dengan jumlah memadai
2) Tetap konsentrasi
3) Perhatikan pandangan calon pembeli
4) Terapkan ada uang ada barang
5) Tolak pelanggan yang memberikan kelebihan uang kembalian
6) Pasang kamera pengaman

Coba lihat luas ruangan yang di tunggu, untuk menghindari pencurian atau hal negatif lain sebaiknya kita sesuaikan jumlah pelayan yang ada. Jangan sampai ruangan yang terlalu luas hanya diawasi oleh satu orang karena akan mempermudah orang yang berniat jahat melakukan aksinya.

Selain itu dalam melayani pembeli hendaknya kita harus tetap fokus dan konsentrasi dan tidak lupa mengamati seluruh ruangan. 

Jika ada orang baru yang belum di kenal ada baiknya kita berhati-hati dan amati juga bagaimana pandangan matanya. Sederhananya, orang yang akan membeli sepatu pasti akan melihat-lihat kearah sepatu dan bukan kearah lain yang tidak jelas. 

Lebih jauh lagi, untuk menghindari penipuan apalagi untuk orang baru maka kita bisa menerapkan sistem “ada uang ada barang”. Dengan begitu tidak ada orang hutang, kasbon, bon atau bayar nanti.

Kita bisa mengatakannya dengan tegas kepada calon pembeli bahwa kita tidak melayani hutang dan sejenisnya, hal ini akan meminimalkan kemungkinan orang akan menipu.

Jangan lupa juga untuk tidak biasa menerima kebaikan lebih dari pelanggan karena nantinya harus ada imbal balik yang lebih mahal dari kebaikan yang diterima tersebut.

Terakhir, untuk lebih memaksimalkan usaha kita dalam mencegah tindakan kriminal berkaitan dengan konsumen kita dapat menggunakan kamera pengintai atau CCTV untuk merekam semua aktivitas di tempat usaha kita. 

Demikianlah tadi sedikit ulasan kali ini. Semoga informasi tentang tips cara menghindari pembeli yang mau menipu di atas bisa menjadi bahan belajar dan pertimbangan kita untuk terus berhati-hati dalam menjalankan usaha yang kita miliki. Jangan lupa baca tips usaha lainnya di bagian akhir tulisan ini.

Tips Cara Mencegah Pembeli yang Mau Menipu Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Irma Handoko