Sunday, December 27, 2015

Menyasar Peluang Bisnis di Daerah Perkampungan

Bagaimana sebenarnya peluang bisnis di daerah perkampungan atau desa, apakah cukup menjanjikan atau tidak? Ya, tentu saja menjanjikan, kampung juga memiliki potensi yang tak kalah bagus jika dibandingkan dengan daerah kota yang lebih padat.

Daerah perkampungan justru memiliki potensi terpendam yang cukup bagus untuk digali. Namun begitu karakteristik bisnis yang bagus dijalankan di kampung atau desa tentu berbeda dengan bisnis yang bisa dijalankan di daerah lain yang lebih padat.

Di atas telah dikatakan bahwa perkampungan memiliki potensi bisnis yang bagus. Pertanyaannya, lalu jenis bisnis apa yang termasuk memiliki potensi untuk dijalankan di desa atau perkampungan? Apakah semua bisnis memiliki potensi yang sama? Apakah semua bisnis juga memiliki peluang kesuksesan yang sama?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut pasti akan timbul dibenak kita jika kita memang tertarik untuk menggali lebih dalam potensi yang ada di daerah perkampungan. Pertanyaan tersebut pada akhirnya akan mengarahkan kita pada analisa-analisa dan kesimpulan mengenai potensi-potensi yang ada secara lebih jelas dan detail. Tentu itu semua tergantung ke arah mana analisa yang dilakukan.

Salah satu alasan yang membuat perkampungan memiliki potensi yang bagus adalah kenyataan bahwa perkampungan juga memiliki daya dukung dan kekayaan yang bisa digali. Beberapa alasan lain yang membuat daerah memiliki potensi tersembunyi yaitu sebagai berikut:

1) Banyaknya sumber daya alam yang belum digali
2) Tersedianya sumber daya manusia yang cukup
3) Kondisi masyarakat yang masih berkembang
4) Kondisi pembangunan yang belum begitu maju

Pada satu sisi keadaan perkampungan bisa menjadi kelemahan. Namun disisi lain, jika ditinjau dari segi bisnis maka kondisi yang ada di kampung justru melahirkan peluang dan potensi tersendiri untuk tumbuhnya berbagai jenis bisnis yang sesuai.

Salah satu yang dapat memacu pertumbuhan bisnis adalah adanya sumber daya alam yang mencukupi, salah satunya lahan yang masih cukup luas. Di pedesaan masih banyak lahan persawahan yang bisa dimaksimalkan, banyak lahan perkebunan yang bisa dibenahi dan lain sebagainya.

Foto: daerah pedesaan/sikec.garutkab.go.id

Di kampung atau desa juga tersedia sumber daya manusia yang cukup memadai, banyak masyarakat yang mampu menjadi pekerja yang produktif. Banyaknya tenaga manusia yang tersedia juga memberikan peluang tenaga pekerja yang upahnya masih terjangkau.

Sumber daya manusia tersebut salah satunya dapat dijadikan modal untuk mendapatkan pekerja yang mendukung bisnis yang dijalankan. Kondisi masyarakat yang masih berkembang juga mendatangkan peluang tersendiri bagi tumbuhnya bisnis baru.

Kondisi masyarakat tersebut masih memiliki banyak kebutuhan yang harus penuhi baik itu mulai dari kebutuhan dasar, sarana transportasi, perumahan dan lain sebagainya. Masyarakat yang masih berkembang umumnya juga membutuhkan banyak pembangunan yang berkelanjutan.

Sebut saja salah satu kebutuhan pokok yaitu papan atau tempat tinggal. Kebutuhan tersebut bisa dijawab dengan adanya bisnis di sektor perumahan mulai dari bahan bangunan, jasa konstruksi, keamanan dan lain sebagainya.

Di atas hanya beberapa contoh sektor bisnis yang memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan di daerah perkampungan. Selain bidang tersebut masih ada banyak bidang lain yang bisa dipilih untuk mengembangkan bisnis.

Misalnya, masih ada peluang disektor peternakan, pemenuhan kebutuhan pokok, retail, pariwisata, sektor jasa dan banyak lagi lainnya.

Foto: daerah perkampungan/panoramaio

Dari kenyataan di atas dapat disimpulkan bahwa sebenarnya peluang bisnis daerah perkampungan masih cukup bagus untuk dijalankan. Ada banyak pilihan bidang bisnis dan usaha yang memiliki potensi tersembunyi.

Namun begitu, untuk menentukan pilihan bisnis di perkampungan tetap harus diadakan analisa lebih jauh untuk mengetahui dengan jelas berbagai faktor lain yang berhubungan dengan bisnis yang dipilih.

Menyasar Peluang Bisnis di Daerah Perkampungan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Irma Handoko