Wednesday, July 12, 2017

Tips dan Kiat Cara Budidaya Bawang Merah dari Petani Sukses

Tips dan Kiat Cara Budidaya Bawang Merah dari Petani Sukses - Bertani bawang merah masih menjadi salah satu pekerjaan yang memiliki peluang yang cukup bagus. Bagaimana tidak, produk hasil pertanian bawang merah ini merupakan salah satu kebutuhan rempah bumbu yang dibutuhkan oleh hampir semua masyarakat.

Tips Cara Budidaya Bawang Merah Sukses

Maka dari itu wajar jika peluang usaha budidaya bawang merah ini cukup menggiurkan. Yang akan kita bahas kali ini bukan masalah baik tidaknya peluang atau prospek yang dimiliki tetapi beberapa tips dan cara budidaya atau cara menanam bawang merah.

Bagi yang sebelumnya sudah mengadakan analisa mendalam mengenai prospek bertani bawang ini maka bisa melanjutkan persiapan dan rencananya dengan mempelajari lebih matang tentang teknik budidaya yang digunakan. 

Tentu kita ingin bisa menerapkan budidaya bawang merah hasil melimpah agar sukses bukan? Maka dari itu kita perlu persiapan matang, salah satunya yaitu dengan belajar dan memahami seluk beluk penanaman dan perawatan tanaman bawang tersebut.

Hal ini sangat penting karena berkaitan dengan berhasil dan tidaknya kita dalam membudidayakan tanaman rempah bumbu tersebut.

Perlu kita tahu, bawang merah (Allium ascalonicum L.) termasuk famili Liliaceae, merupakan sayuran semusim, berumur pendek, serta diperbanyak secara vegetatif menggunakan umbi, maupun generatif dengan biji (TSS=True Shallot Seed).

Tanaman bawang merah cocok tumbuh di dataran rendah sampai tinggi (0–1000 m dpl), dengan ketinggian optimum untuk pertumbuhan dan perkembangan bawang merah adalah 0–450 m dpl.

Tanaman ini peka terhadap curah hujan dan intensitas hujan yang tinggi serta cuaca berkabut, juga memerlukan penyinaran cahaya matahari maksimal (minimal 70% penyinaran) dengan suhu udara 25-32oC, dan kelembaban nisbi 50-70%.

Tanah yang diperlukan untuk tanaman bawang merah adalah yang berstruktur remah, tekstur sedang sampai liat, drainase dan aerasi yang baik, mengandung bahan organik yang cukup, dan pH tanah netral (5,6– 6,5).

Tanah yang paling cocok untuk tanaman bawang merah adalah tanah Aluvial atau kombinasinya dengan tanah Glei-Humus atau Latosol. Tanah lembab dengan air yang tidak menggenang disukai oleh tanaman bawang merah. 

Waktu tanam bawang merah yang baik adalah pada musim kemarau dengan ketersediaan air yang cukup, yaitu pada bulan April/Mei setelah padi dan pada bulan Juli/Agustus, Cara Budidaya Bawang Merah Sukses.

Penanaman bawang merah di musim kemarau biasanya dilaksanakan pada lahan bekas padi sawah atau tebu, sedangkan penanaman di musim hujan dilakukan pada lahan tegalan.

Bawang merah dapat ditanam secara tumpangsari dengan tanaman cabai merah. Supaya lebih jelas berikut beberapa tips yang harus diperhatikan untuk cara budidaya bawang merah tersebut.

A. Persiapan bibit bawang merah
Tentu saja, sebelum melakukan penanaman tanaman bawang merah maka kita harus lebih dulu menyiapkan bibitnya. Dalam hal ini tentu saja kita harus menyiapkan bibit yang kualitasnya benar-benar bagus sehingga jika ditanam dapat menghasilkan panen berlimpah.

Lalu seperti apa bibit bawang merah yang bagus, bagaimana ciri - ciri yang dapat dikenali? Bibit yang baik untuk bawang berwarna merah adalah sebagai berikut!
  • Bibit yang berasal dari bawang jenis merah berusia 70 hingga 90 hari
  • Telah didiamkan selama 2 hingga 3 bulan lamanya
  • Segar serta cerah
  • Bibit tidak boleh kisut
  • Tidak ada warna hitam di bibit karena hal tersebut berarti tanda penyakit
  • Hindari pemakaian bibit dengan umbi yg berukuran kecil
  • Ukuran umbi harus seragam
  • Tidak ada lecet atau memar di kulit bibit bawang merah (masih mulus)
  • Potong umbi pada bagian ujung sebelum ditanam (pemotongannya sekitar ¼ hingga 1/3 bagian)
  • Buang kulit terluar yang sudah mengering
  • Akar yang terlalu panjang bisa dibuang
  • Setelah dipotong dikeringkan atau dibiarkan dulu agar tidak busuk sebelum ditanam
  • Ukuran perkiraan, 600 hingga 800 kilogram bibit untuk satu hektar lahan (sesuai kebutuhan)

Bisa kita lihat bawah untuk bibit atau benih kita tidak boleh sembarangan dalam memilih. Harus kita pilih bibit yang sehat dan sempurna agar tanaman nantinya bisa tumbuh subur dan bisa dipanen dengan hasil yang baik.

B. Persiapan lahan penanaman bawang merah
Selain bibit, yang perlu disiapkan dalam tips budidaya tanaman bawang tersebut adalah lahannya. Lahan tersebut diolah dengan tujuan agar gembur serta menjadi lahan terbaik untuk tumbuh serta berkembangnya bibit bawang merah. Berikut langkah mudah membuat lahan yang baik;
  • Gemburkan tanah dari lahan yang terpilih menggunakan bajak sawah atau traktor
  • Buat bedengan dengan parit di antara bedengan tersebut
  • Perkiraan ukuran parit 30 hingga 35 centimeter dengan kedalaman mencapai 30 hingga 40 centi meter saja
  • Anda bisa membuat bedengan dengan lebar 1 meter hingga 1,2 meter
  • Bedengan harus diberi pupuk dasar satu Minggu sebelum bibit ditanam. Gunakan pupuk kandang atau kompos serta ratakan pada bedengan tersebut.
  • Alirkan air pada lahan agar basah serta siap ditanami satu hari sebelum proses penanaman.

Parit dibuat sebagai aliran air, ini akan sangat berguna saat Anda menyirami bawang merah dalam proses pemeliharaannya nanti. Jangan lupa untuk menyiangi tanaman bawang merah dari tanaman atau rumput yg tumbuh di sekitarnya.

Biasanya, agar mudah dalam penanaman di atas bedengan dibuat garis yang menandakan tempat penanaman bibit. 

Beberapa informasi di atas mungkin tidak ada artinya jika kita sudah lama bergaul dalam seluk beluk budidaya tanaman ini.

Namun untuk pemula yang baru berniat mencoba usaha atau bisnis di bidang ini maka cara budidaya bawang merah di atas bisa menjadi sumber ilmu tambahan. Mudah-mudahan bisa menjadi bahan belajar kita semua. Itu saja, salam sukses budidaya!

Tips dan Kiat Cara Budidaya Bawang Merah dari Petani Sukses Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Irma Handoko