Monday, July 4, 2016

Jasa Sewa Mobil, Peluang Menjanjikan Untung Besar

Benarkah usaha jasa sewa mobil merupakan peluang yang menjanjikan? Memang, tidak semua bisnis yang dapat menghasilkan keuntungan besar bisa dikatakan sebagai bisnis yang menjanjikan. Ada beberapa bidang usaha yang meski memiliki potensi penghasilan yang lumayan namun memiliki tingkat resiko yang juga besar.

Begitu pula dengan jasa sewa mobil, usaha ini memiliki potensi penghasilan tinggi dengan tingkat resiko sebanding. Bisa dilihat dari pemberitaan, banyak kasus mobil sewa yang hilang di bawa orang tak bertanggung jawab tapi bukan itu masalahnya.

Setiap usaha pasti ada resiko-nya dan biasanya semakin besar resiko maka semakin besar pula dengan hasilnya. Pada kesempatan ini kita akan membahas sebesar apakah peluang usaha sewa mobil, apakah cukup menjanjikan untuk kita jalankan?

Kalau hanya untuk menjawab pertanyaan itu saja mungkin tidak membutuhkan waktu lama, bisa dikatakan berdasarkan tingkat kebutuhan maka bisa disimpulkan bahwa jasa sewa mobil masih memiliki peluang yang cukup bagus.

Tapi, meski dikatakan demikian tetap saja kita harus mempelajari berbagai aspek terlebih dahulu sebelum terjun ke dalam bisnis rental tersebut. Untuk itu ada beberapa hal yang hendaknya kita analisa terlebih dahulu yaitu sebagai berikut:

1. Tingkat kebutuhan konsumen
2. Peluang pendapatan (analisis laba rugi)
3. Hambatan dan kesulitan

Setidaknya ada tiga hal penting tersebut yang harus kita cermati sebelum memulai bisnis ini. Dengan mengadakan analisa pada beberapa hal di atas diharapkan kita dapat lebih cermat dalam menentukan peluang usaha dari bisnis tersebut.

1) Peluang Pendapatan Jasa Sewa Mobil

Berasa uang yang bisa kita dapat dari usaha seperti ini? Tentu itu sangat tergantung dengan modal yang dijalankan yaitu tergantung pada jumlah mobil dan cara kita mengelola usaha tersebut.

Namanya usaha pasti ada untung dan ada rugi namun jika kita berbicara mengenai pendapatan maka ada beberapa faktor yang mempengaruhi hal ini yaitu antara lain:

1. Jumlah modal yang dijalankan
2. Manajemen bisnis yang dilakukan
3. Prospek dan kebutuhan konsumen

Tiga hal di atas mempengaruhi jumlah pendapatan usaha sewa mobil, pertama semakin besar modal yang dijalankan maka akan semakin besar pula peluang pendapatannya dan sebaliknya. Selain itu bagaimana kita menjalankan bisnis juga akan berpengaruh pada keuntungan yang bisa di dapat.

Ditambah lagi, prospek dan kebutuhan konsumen juga akan berpengaruh, bayangkan saja jika kita membuka rental mobil di pedesaan yang jumlah penduduknya sedikit dengan kebutuhan angkutan mobil yang terbatas maka sebanyak apapun armada yang disiapkan maka tetap saja hasilnya tidak akan memuaskan.

Untuk pertimbangan hasil atau potensi pendapatan yang bisa kita peroleh mari kita jabarkan sedikit bagaimana kalkulasi hasil usaha ini. Sederhananya, dalam memulai bisnis rental, ibaratnya kita ambil mobil tapi tidak usah bayar angsuran kepada leasing. Mudahnya begini, setoran mobil di leasing untuk Avanza misalnya Rp. 3,5 juta hingga Rp. 4 juta per bulan.

Apabila mobil dijalankan untuk usaha ini, untuk minimal sewa satu unit mobil, pendapatan yang bisa kita peroleh per bulan sebesar Rp. 5 juta hingga Rp. 7 juta. Jadi selisih yang bisa menjadi keuntungan berkisar antara 3 juta, cukup besar bukan?

Sebagai bahan perbandingan lebih jauh mari kita lihat analisa laba rugi dari jasa sewa mobil yang dijalankan selama 4 tahun yang setelahnya kendaraan dijual pada akhir tahun ke-4. Mobil yang digunakan pada usaha ini adalah mobil innova.

Dari gambaran analisis di dapat keuntungan yang lumayan, selengkapnya dapat dilihat seperti dikutip dari laman http://thefunpreneur.blogspot.com/2012/02/analisa-sewa-kendaraan.html berikut.

Investasi
Uang Muka Kredit : Rp 110.000.000
Cicilan 23 kali : Rp 89.953.000
Biaya Asesoris (lapis karpet, cover jok, rear bar, foot step, garnis lampu, kunci stir) : Rp 7.000.000
Total Investasi : Rp 206.953.000

Biaya Perawatan
Ganti Oli Mesin: Rp 5.700.000
Ganti Oli Transmisi : Rp 840.500
Ganti Aki 2 kali : Rp 940.600
Ganti Ban 2 set : Rp 9.200.000
Servis Rutin + Spare Part Lain : Rp 9.109.000
Pajak Kendaraan : Rp 10.400.000
Biaya Salon Mobil : Rp 3.704.000
Biaya Cuci Di luar (1 bulan sekali) : Rp 1.140.000
Total Biaya Perawatan : Rp 40.034.100

Penerimaan
Penerimaan Sewa Selama 4 Tahun : Rp 210.075.000
Hasil Penjualan Kendaraan : Rp 170.000.000
Total Penghasilan : Rp 480.075.000
Sisa Hasil Usaha : Rp 480.075.000 – Rp 206.953.000 – Rp 40.034.100 = Rp 233.087.900

Perhitungan di atas adalah hasil sesungguhnya dengan catatan bahwa kendaraan saya disewakan lengkap dengan driver dan BBM dengan tarif Rp. 650 ribu per 12 jam, tapi penghasilan sewa untuk perhitungan rugi laba unit saya hitung berdasar tarif sewa kendaraan tanpa driver Rp. 250 ribu per 12 jam atau Rp. 325 ribu per 24 jam dengan durasi sesuai jam sewa yang sebenarnya.

Menyewakan mobil tanpa driver membawa konsekuensi berbeda dibanding bila menyewakan komplit bersama driver. Selain menghadapi resiko hilang, menyewakan tanpa driver membuat biaya perawatan menjadi jauh lebih tinggi dan kondisi kendaraan setelah 4 tahun disewakan juga jauh berbeda.

2) Analisa Tantangan dan Hambatan Bisnis Sewa Mobil

Bagaimanapun peluang dan bagaimanapun hambatan-nya, cara bisnis yang kita jalankan memang sangat menentukan tingkat keberhasilan yang bisa diperoleh. Hal ini juga berkaitan dengan bagaimana penanganan kita terhadap tantangan dan juga hambatan yang dihadapi.

Untuk memperoleh hasil maksimal maka sebaiknya kita juga bisa memetakan berbagai hambatan atau kendala tersebut. Usaha ini memiliki resiko yang cukup besar yang perlu dipelajari dengan cukup matang.

Untuk itu dalam menjalankan usaha rental mobil ini kita harus tahu kendala yang akan dihadapi dan bagaimana cara menanganinya. Beberapa resiko atau kendala yang harus dihadapi pengusaha rental seperti ini antara lain sebagai berikut:

1. Mobil hilang
2. Penyewa sepi
3. Biaya perawatan dan perbaikan terlalu tinggi

Hal yang paling menghantui pemilik usaha ini adalah hilangnya kendaraan yang disewakan baik karena dicuri atau pun di tipu konsumen. Untuk itu kita harus benar-benar pandai membedakan mana konsumen yang benar dan mana oknum yang hanya berniat jahat.

Kita bisa menyiasati hal ini dengan memberlakukan persyaratan yang ketat misalnya dengan meminta identitas yang pasti dan atau meminta jaminan dari penyewa.

Sekarang modus kejahatan yang menargetkan mobil rental sudah semakin beragam karena itulah jika kita ingin sukses maka kita harus tahu bagaimana menghindarinya. Sebagai alternatif kita juga bisa memasang piranti keamanan tambahan pada kendaraan yang disewakan agar lebih aman.

Tantangan berikutnya adalah mengenai konsumen, untuk masalah ini kita bisa melakukan promosi yang tertarget di daerah tempat usaha kita. Kita bisa juga membidik konsumen yang tingkat penggunaannya stabil misalnya saja untuk sewa urusan wisata atau pernikahan dan sebagainya.

Yang ketiga yang juga berpengaruh dalam usaha ini adalah biaya perawatan dan perbaikan. Agar tidak dicurangi oleh penyewa kita bisa menyewakan mobil lengkap dengan driver sekaligus jadi tidak akan ada cerita kendaraan kita dicurangi. Selain itu agar tidak terjebak pada masalah ini kita juga bisa mengalokasikan dana khusus untuk kepentingan tersebut setiap bulannya.

Usaha Rental Mobil, Peluang Menjanjikan

Dari beberapa uraian di atas sekarang kita bisa menentukan apakah Jasa Sewa Mobil ini merupakan usaha yang menjanjikan atau tidak. Mudah-mudahan dengan adanya sedikit ilustrasi di atas kita bisa menarik kesimpulan tentang jenis usaha ini.

Semoga menjadi ide dan bahan pertimbangan bagi kita semua yang berminat untuk membuka usaha dan bergerak di bidang jasa tersebut.

Jasa Sewa Mobil, Peluang Menjanjikan Untung Besar Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Irma Handoko